🥉 Keutamaan Hijab Bagi Wanita
ManfaatMenggunakan Hijab bagi Wanita. Posted on 27 April 2018 by admin. 27. Apr. Selain menggunakan hijab menjadikan kita dekat dengan Allah juga akan menjadikan kita dekat dengan batin yang bersih.Berhijab merupakan kewajiban bagi setiap muslimah di dunia, karena berhijab merupakan salah satu dari sunnah Rasullah SAW. dan merupakan syari'at
Jelas wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan hikmah di balik perintah mengenakan hijab dengan firmanNya.
IniDia Fungsi Hijab Dalam Islam. 1. Lebih Mudah Untuk Dikenal. Fungsi hijab dalamm Islam yang pertama ini dijelaskan dengan gamblang dalam Qs. Al-Ahzab ayat 59. Sebagaimana Allah berfirman yang pada intinya seorang wanita muslim dengan yang bukan, akan lebih mudah terlihat dan dikenal dari hijabnya. Oleh karena itu, diwajibkan mengenakan hijab
KeutamaanMengenakan Jilbab atau Hijab. Jilbab telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan bagi umat Islam, baik dari segi nilai religius maupun fungsi sebagai penutup aurat bagi Muslimah. Adapun keutamaan dalam mengenakan jilbab terdapat dalam firman Allah SWT surat Al Ahzab ayat 59 (yang artinya): "Hai Nabi!
Kewajibanmelaksanakan hijab bagi wanita muslimah kedudukannya sama dengan kewajiban melaksanakan sholat lima waktu dan puasa,sehingga manakala wanita muslimah tidak melaksanakannya tanpa suatu udzur apapun maka ia divonis / dihukumi murtad (keluar dari agama islam).Namun bila ia tidak memakai hijab karena meniru pada komunitas yang salah (mode barat) tapi masih meyakini akan kewajiban
. Hijab] Indonesia [الحجاب[ اللغة الأندونيسية ] Team Dar Al-Qosim القسم العلمي بدار القاسمPenerjemah Sholahuddin Abdul Rahman, Lcترجمة صلاح الدين عبد الرحمنMurajaah Eko Abu Ziyad مراجعة إيكو أبو زيادMaktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah المكتب التعاوني للدعوة وتوعية الجاليات بالربوة بمدينة الرياض1428 – 2007Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad perhatian islam terhadap wanita muslimah akan menemukan dalam hukum Islam perhatian sangat besar agar mereka dapat menjaga kesuciannya, serta supaya menjadi wanita yang mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj berhias diri. Inipun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sorotan Hijab Hijab itu adalah merupakan ketaatan kepada Allah dan SWT telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah SWT} وَمَا كَانَ لمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إذاَ قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أمْرًا أنْ يَكُونَ لهُمُ الخِيَرَةُ مِنْ أمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا {“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” Al-Ahzab 36Allah SWT juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah SWT} وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا {“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya.” An-Nur 31Allah SWT berfirman} وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى {“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” Al-Ahzab 33Allah SWT berfirman} وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ {“Apabila kamu meminta suatu keperluan kepada mereka istri-istri Nabi, maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” Al-Ahzab 53Allah SWT berfirman} يَا أيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ {“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Al-Ahzab 59Rasulullah SAW bersabda “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa wanita harus menutupi tubuhnya. Hijab itu iffahAllah SWT menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda Iffah menahan diri dari maksiat.Allah SWT berfirman} ياَ أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أدْنَى أنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ {“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” Al-Ahzab 59Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan buruk dosa, “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka. Hijab itu kesucianAllah SWT berfirman} وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ {“Apabila kamu meminta suatu keperluan kepada mereka istri-istri Nabi, maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” Al-Ahzab 53Allah SWT menyifati hijab sebagai simbol kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah SWT berfirman} فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ {“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” Al-Ahzab 32 Hijab itu pelindungRasulullah SAW bersabdaإنَّ اللهَ حَيِيٌّ سَتِيرٌ يُحِبُّ الحَيَاءَ وَالسِّتْرَ“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”Sabda beliau yang lain أيَّمَا اِمْرَأَةٍ نَزَعَتْ ثِيَابَهَا في غَيْرِ بَيْتِهَا خَرَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا سِتْرَهُ“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya. Hijab itu taqwaAllah SWT berfirman} ياَ بَنِي آدَمَ قَدْ أنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ {“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” Al-A’raaf 26 Hijab itu imanAllah SWT tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” An-Nur 31. Allah SWT juga berfirman “Dan istri-istri orang beriman.” Al-Ahzab 59Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah ra dengan pakaian tipis, beliau berkata “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka ketahuilah bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” Hijab itu haya’ rasa maluRasulullah SAW bersabdaإنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاءُ“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”Sabda beliau yang lain“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”Sabda Rasul yang lainالحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَرُ“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.” Hijab itu ghirah perasaan cemburuHijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ajam non Arab di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”Keburukan Tabarruj memamerkan aurat Tabarruj adalah maksiat kepada Allah dan yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah SAW bersabdaكُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إلاَّ مَنْ أبَى ، قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ مَنْ أطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أبَى“Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang menolak” Mereka bertanya “Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu? Beliau menjawab “Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah menolak.” Tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat SAW bersabdaسَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ، عَلَى رُؤُوسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ البَخْتِ ، اِلْعَنُوهُنَّ فَإنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ“Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka adalah wanita-wanita yang pantas dilaknat.” Tabarruj adalah sifat penghuni SAW bersabdaصِنْفَانِ مِنْ أهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأذْنَابِ البَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ... “Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat; kaum yang membawa cemeti bagai ekor sapi yang digunakan memukul menusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang...” Tabarruj penyebab hitam dan gelap di hari dari Nabi SAW, beliau bersabdaمَثَلُ الرَّافِلَةِ في الزِّينَةِ في غَيْرِ أهْلِهَا ، كَمَثَلِ ظُلْمَةٍ يَوْمَ القِيَامَةِ لاَ نُورَ لهَا“Permisalan wanita yang berhias untuk selain suaminya, adalah bagaikan kegelapan pada hari kiamat, tidak ada cahaya baginya.”Maksudnya adalah wanita yang berlenggak-lenggok ketika berjalan dengan menarik pakaiannya, akan datang pada hari kiamat dalam keadaan hitam dan gelap, bagaikan berlenggak-lenggok dalam kegelapan. Dan hadits ini walaupun lemah, tetapi artinya benar, karena kenikmatan dalam maksiat adalah siksaan, wangi-wangian akan menjadi busuk dan cahaya menjadi kegelapan. Kebalikan dari taat, bahwa bau mulut orang yang berpuasa dan darah orang yang mati syahid lebih harum di sisi Allah dari bau minyak kesturi. Tabarruj adalah SAW bersabdaخَيْرُ نِسَائِكُمُ الوَدُودُ الوَلُودُ ، المُوَاسِيَةُ ، المُوَاتِيَةُ ، إذَا اتَّقَيْنَ اللهَ، وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang memiliki kasih sayang, subur banyak anak, suka menghibur dan siap melayani, bila mereka bertakwa kepada Allah. Dan sejelek-jelek wanita kalian adalah wanita pesolek dan penghayal mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurab a’sham.”Yang dimaksud ghurab a’sham adalah burung gagak yang memiliki cakar dan kaki merah, pertanda minimnya wanita masuk surga, karena burung gagak yang memiliki sifat seperti ini sangat jarang ditemukan. Tabarruj mengoyak tirai pelindung dan membuka SAW bersabdaأيَّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا، فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ“Siapa saja di antara wanita yang menanggalkan pakaian-nya di selain rumah suaminya, maka ia telah mengoyak tirai pelindung antara dirinya dan Allah Azza wa Jalla.” Tabarruj adalah perbuatan itu adalah aurat, dan membuka aurat adalah keji dan dibenci. Allah SAW berfirman} وَإذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إنَّ اللهَ لاَ يَأْمُرُ بِالفَحْشَاءِ {“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakan-nya.” Katakanlah “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji.”Sebenarnya setanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji itu, sebagaimana firman Allah} الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالفَحْشَاءِ {“Setan menjanjikan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan kikir.” Al-Baqorah 268 Tabarruj adalah ajaran kisah Adam dengan Iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah, Iblis membuka peluang untuk melakukan perbuatan dosa dan mengoyak tirai pelindung dan bahwa Tabarruj itulah tujuan asasi baginya. Allah SWT berfirman} يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا {“Hai anak Adam! Janganlah kamu sekali-kali dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.” Al-A’raf 27Jadi iblislah yang mengajak kepada Tabarruj dan membuka aurat mereka. Dialah pemimpin utama bagi para pencetus apa yang dikenal dengan istilah Tahrirul Mar’ah pembebasan wanita. Tabarruj adalah jalan hidup orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita sejak dulu memiliki pengalaman di bidang ini, di mana Rasulullah SAW bersabdaفَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ ، فَإنَّ أوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسْرَائِيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ“Takutlah pada dunia dan takutlah pada wanita karena fitnah pertama pada Bani Israel adalah pada wanita.” Tabarruj adalah Jahiliyah SWT berfirman} وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى {“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” Al-Ahzab 33Nabi SAW telah menyifati ajakan Jahiliyah sebagai ajakan busuk dan kotor. Jadi ajakan Jahiliyah adalah saudara kandung Tabarruj Jahiliyah. Rasulullah SAW bersabdaكُلُّ شَيْءٍ مِنْ أمْرِ الجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ تَحْتَ قَدَمِي“Semua yang merupakan perkara Jahiliyah tersimpan di bawah telapak kakiku.”Baik itu bernama Tabarruj Jahiliyah, ajakan Jahiliyah ataupun kesombongan Jahiliyah. Tabarruj adalah aurat dan telanjang adalah perilaku binatang, tidak seorangpun yang condong kepadanya kecuali dia akan terperosok jatuh ke derajat yang paling rendah dari pada derajat manusia yang telah dimuliakan Allah. Dari sini nampaklah bahwa Tabarruj adalah tanda kerusakan fitrah, ketiadaan ghirah dan mati rasaAnda mengangkat baju hingga lututDemi Tuhanmu, sungai apa yang akan anda seberangiBaju itu bagaikan naungan di waktu pagiYang semakin pendek, waktu demi waktuAnda mengira bahwa laki-laki itu tidak memiliki perasaanPadahal anda sendiri yang mungkin tidak punya perasaan Tabarruj adalah pintu adzab yang yang memperhatikan nash-nash syare’at dan sejarah Islam akan meyakini adanya kerusakan yang ditimbulkan oleh Tabarruj dan bahayanya atas agama dan dunia, apalagi bila diperparah dengan Ikhtilath percampurbauran antara laki-laki dan wanita.Akibat dan bahaya Tabarrujyang menakutkanWanita-wanita yang melakukan Tabarruj berlomba-lomba menggunakan perhiasan yang diharamkan untuk menarik perhatian kepadanya. Sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan harta serta menjadikan wanita sebagai barang hina yang diperjualbelikan, dan di antara bahayanya adalah akhlak kaum lelaki khususnya para pemuda yang terdorong melakukan zina yang wanita sebagai sarana promosi atau untuk meningkatkan usaha perdagangan dan diri wanita sendiri, karena Tabarruj itu menunjukkan niat jelek dari apa yang ia suguhkan untuk menggoda orang-orang jahat dan penyakit, seperti sabda Rasulullah SAW لَمْ تَظْهَرِ الفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا “Tidaklah suatu perbuatan zina itu nampak pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali akan tersebar di antara mereka penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu.” mata melakukan maksiat, Rasulullah SAW bersabda “Kedua mata zinanya adalah melihat.” Serta menyulitkan ketaatan ghadhul bashar menundukkan pandangan yang merupakan sesuatu yang lebih berbahaya dari ledakan bom atom dan gempa bumi. Allah SWT berfirman “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu supaya menaati Allah tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu dengan sehancur-hancurnya.” Al-Isra’ 16Dalam hadits juga disebutkanإنَّ النَّاسَ إذَا رَأَوْا المُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ أوْشَكَ أنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ“Sesungguhnya manusia bila melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan mereka adzab.”Wahai ukhti muslimah! Tidakkah anda memperhatikan hadits Nabi SAW “Buanglah duri dari jalan kaum muslimin.” Dan bila membuang duri dari jalan termasuk cabang iman, maka duri manakah yang lebih berat, batu di jalan atau fitnah yang merusak hati, menerbangkan akal dan menyebarkan kekejian di antara orang-orang mu’ tidaklah seorang lelaki muslim terkena fitnah pada hari ini karena anda yang telah memalingkannya dari mengingat Allah dan menghalanginya dari jalan yang lurus -padahal anda sanggup mencegahnya dari fitnah itu- kecuali di hari esok nanti Allah akan menghukum anda dengan adzab yang sangat taat kepada Allah, tinggalkan kritikan dan ejekan manusia, karena perhitungan Allah kelak sangat syarat hijab yang harus terpenuhi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling itu sendiri pada dasarnya bukan dan tidak tipis atau dan tidak sempit atau memakai menyerupai pakaian wanita-wanita menyerupai pakaian bermaksud memamerkannya kepada orang-orang. Jangan berhias terlalu berlebihanBila anda memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi anda bahwa banyak di antara wanita-wanita sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita muslimah, lalu Allah menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya. Kami dengar dan kami taatSeorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah Nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya} وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرْيقٌ مِنْهُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالمُؤْمِنِينَ 47 وَإذَا دُعُوا إلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ مُعْرِضُونَ 48 {“Dan mereka berkata “Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul, dan kami menaati keduanya.” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum mengadili di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.” An-Nur 47-48Firman Allah yang lain} إنَّمَا كاَنَ قَوْلَ المُؤْمِنِينَ إذَا دُعُوا إلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ المُفْلِحُونَ 51 وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللهَ وَيَتَّقِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الفَائِزُونَ 52 {“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum mengadili di antara mereka ialah ucapan “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” An-Nur 51-52Dari Shofiyah binti Syaibah berkata “Ketika kami bersama Aisyah ra, beliau berkata “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” An-Nur 31 Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden tirai dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan beriman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka berjalan di belakang Rasulullah SAW dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”Sholawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
Assalamualaikum sahabat hijab, hukum berhijab bagi seorang wanita muslim adalah wajib sebagaimana layaknya wajib sholat lima waktu bagi muslim yang sudah baligh. Kenapa wajib? Karena seperti halnya sholat lima waktu, perintah berjilbab termaktub di dalam Al Qur’an. Sebagaimana firman Allah Ta’ala di dalam QS. Al Ahzab 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Ternyata perintah berjilbab tidak hanya ditegaskan sekali saja, namun masih ada ayat lain yang juga memperkuat hukum berkerudungَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ… ٣١“Katakanlah kepada wanita yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar ke dadanya….”QS. An Nuur 31.Bagaimana sahabat, apa kamu sudah mantap untuk mengenakan hijab saat ini ? yuk mulai hijrah.
Sesungguhnya keutamaan tentang Hijab banyak, kedudukannya besar dan mulia bagi individu dan masyarakat, dan hijab menjadikan perempuan mempunyai kedudukan yang tinggi, mulia dan kewibawaan yang besar, serta tempat yang terpuji. Dan menjadikannya suri tauladan yang baik, permata yang mahal, permata indah yang terjaga dari gangguan orang orang yang bodoh dan aman dari tipu daya orang orang yang jelek. Oleh karena itu Allah Ta’ala Mewajibkan Hijab serta memuliakan ibu-ibu Kaum Mukminin dengannya serta anak-anak Nabi yang terpercaya, yang mereka mempunyai iman dan keyakinan. Allah Ta’ala berfirman يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” QS Al Ahzab 59 Dan keutamaan Hijab, manfaat dan kedudukannya tidak terbatas pada risalah ini, karena kami pada suatu yang diringkas dan disegerakan, mengingatkan kepada Wanita Muslimah yang Allah Subhanahu Wata’ala memuliakan dan cintanya dari nikmat Hijab Syar’i yang menunjukkan tentang butuh dan pentingnya hal tersebut. Dengan menyebutkan nikmat Allah Ta’ala, Maka kami katakan dengan Taufiq Allah Dan Allah Ta’ala telah menjadikan fitroh kepada hambanya untuk menutup aurat, oleh karena itu ketika bapak kami Adam dan Ibu kami Hawa memakan buah dari pohon, yang membuat kelihatan aurot mereka, maka keduanya bersegera untuk menutupnya. Allah Ta’ala berfirman فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ Maka syaitan membujuk keduanya untuk memakan buah itu dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” QS Al A’raf 22 Dan semangat jiwa yang baik adalah untuk menutup aurat yang itu termasuk dari tanda tanda kekuasaan Allah Ta’ala. Dan itu termasuk apa yang Allah Ta’ala. Perintahkan kepada hambanya. Allah ta’ala berkata يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. QS Al A’raf 26 Dan meremehkan Hijab Syar’i dan membuka aurat serta tidak menjaganya adalah meniadakan fitroh yang bersih, bahkan ini termasuk dari perilaku jiwa yang jelek. Allah Ta’ala berfirman يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaithan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menj adikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. QS Al A’raf 27 Allah Ta’ala berfirman تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ Hukum-hukum tersebut itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. QS An Nisa’ 13 وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. QS Al- Nur 52 وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. QS Al Ahzab 71 وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَن يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diadzab-Nya dengan adzab yang pedih. QS Al-Fath 17 Dan termasuk dari sifat sifat wanita yang bertaqwa adalah Allah Ta’ala berfirman يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” QS Al Ahzab 59 Dan Meremehkan Hijab Syar’i adalah tanda dari lemahnya iman, serta tidak sempurnanya iman dan kuatnya, bahkan itu termasuk dari sifat jahiliyyah. Allah ta’ala berkata وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”. QS Al-Ahzab 33 Dan meremehkan Hijab Syar’i adalah tanda sedikit rasa malu, sebab keraguan. Dan dalam Shahih Al-Bukhori no 6120 dari Abu Mas’ud Radhiallaahu Anhu berkata Bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى إِذَا لَمْ تَسْتَحِي فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ ”. “Sesungguhnya apa yang di temui dari perkataan nabi terdahulu, apabila engkau tidak malu, maka lakukanlah apa yang engkau kehendaki.” Allah Ta’ala berfirman إِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ “Apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepada mereka istri-istri Nabi, maka mintalah dari belakang yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” QS Al Ahzab 53 Dan meremehkan Hijab Syar’i sebab terhalangnya dari pembersihan hati yang sempurna, bahkan itu sebab sebab rusaknya hati. Allah Ta’ala berfirman ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. QS Al-Ahzab 59 Dan dari sini kita mengetahui bahwasannya sebab terbesar perlindungan bagi wanita adalah wajibnya memakai Hijab. Dan meremehkan dari Hijab Syar’i adalah sebab terhalangnya perempuan dari penjagaan yang kokoh tersebut dan keamanan yang besar dan Allah Ta’ala telah berfirman يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا “Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” QS Al-Ahzab 32 Apabila orang-orang yang jahat menginginkan sesuatu dari perempuan dengan sebab suaranya yang lembut, maka bagaimana kalau dia melihatnya berhias tanpa memakai Hijab??. Dan hal tersebut menunjukkan tentang selamatnya dia dari jalan jalan kejelekan, perantara kerusakan yang penyeru Tabarruj berhias. Dan senjata yang menunjukkan tentang kuatnya perempuan dalam menghadapi musuh-musuh Islam. Dan meremehkan Hijab akan memalingkan perintah manusia ke kepala perempuan yang hal itu menunjukkan tentang lemahnya dia, serta tidak ada kemauan terhadap apa yang membuat baik baginya. Dan itu termasuk tanda lemahnya dia dalam menghadapi penyeru kejelekan dan perantara kerusakan. Pada Shahih Muslim 2128 dari Abi Hurairah Radhiallahu Anhu Berkata Besabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا ” “Dua jenis dari penduduk neraka yang tidak petnah aku melihat keduanya Kaum yang bersamanya cambuk seperti ekor sapi, yang dibuatnya untuk memukul manusia. Dan wanita yang berpakaian telanjang, berlenggak lenggok, yang kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak masuk surga, tidak pula mencium baunya, dan baunya itu bisa dicium dari perjalanan dari sini sampai sana.” Dan dalam Musnad Imam Ahmad 4/197 dari Amr bin Ash Ra. Dia berkata بينما نحن مع النبي صلى الله عليه وسلم فقال انظروا هل ترون شيئا؟ فقلنا نرى غربانا غراب أعصم أحمر المنقار والرجلين. فقال رسول الله لا يدخلون الجنة من النساء إلا من كان منهن مثل هذا الغراب في الغربان Ketika kami bersama Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam beliau berkata “Lihatlah, apakah kalian melihat sesuatu??” Maka kami katakan “Kami melihat sekumpulan gagak yang diantaranya gagak tersebut putih kedua sayapnya yang merah paruhnya dan kedua kakinya.” Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Tidak akan masuk surga dari kalangan wanita kecuali mereka yang seperti gagak dalam sekelompok gagak-gagak tersebut.” Dan itu adalah sebab dari maksiat serta meremehkan tentang Hijab. Adalah yang putih kedua sayapnya, atau putih kedua kakinya. An-Nihayah Dan meremehkan Hijab Syar’i menunjukkan tentang kelalaian dalam mendidik anak perempuan, peremehan yang berbahaya dan kelalaian yang parah. Dalam Shohih Bukhori 750 Muslim 142 dari Ma’qil bin Yassar Radhiallahu Anhu. Berkata Bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. مَا مِنْ أَمِيرٍ يَلِي أَمْرَ الْمُسْلِمِينَ ثُمَّ لاَ يَجْهَدُ لَهُمْ وَيَنْصَحُ إِلاَّ لَمْ يَدْخُلْ مَعَهُمُ الْجَنَّةَ ” “Dan tidaklah seorang hamba yang Allah berikan dia kekuasaan, kemudian dia tidak menunaikan nasehat kecuali dia tidak akan mencium bau surga.” Dan dalam Shohih Bukhory 5200 Muslim 1829 dari Abdullah bin Umar berkata Bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ” “Semuanya adalah pemimpin, dan setiap yang memimpin akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Dan seorang lelaki adalah pememimpin dari kelarganya, dan ditanya tentang kepemimpinannya, dan Perempuan di dalam rumah suaminya adalah pemimpin, dan akan di tanya tentang kepemimpinannya.” Dan anak perempuan termasuk dari kepemimpinan nya.” Dan meremehkan Hijab Syar’i menunjukkan tentang tidak pedulinya tentang kehormatan yang mahal. Dan pemilik Sunan dari Said bin Zaid Ra. Berkata Bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam من قتل دون عرضه فهو شهيد “Barang siapa dibunuh karena membela kehormatannya, maka dia syahid” Dan meremehkan Hijab Syar’i adalah sebab terhalangnya dari suri tauladan yang baik, bahkan menjadi wanita yang berhias menjadi contoh yang jelek bagi anak-anak perempuannya dan saudara perempuannya. Dan mengajak kepada keadaannya tersebut kepada kejelekan tanpa dia inginkan atau tidak di inginkan. Allah Ta’ala. Berkata إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar berita perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. QS An Nur 19 Oleh karena itu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata kepada seorang pelamar فاظفرت بذات الدين تربت بيدك “…maka capailah dari sisi agama, maka hendaknya dengan hal tersebut.” Al Bukhori 5090 Muslim 1466 dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu Anhu. Dalam Al Bukhori 5096 Muslim 2741 dari Usamah bin Zaid Radhiallahu Anhu. Dia berkata bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء “Tidakklah aku tinggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi laki laki dari pada wanita” Dan Shohih Muslim 2742 dari Abu Said Al-Khudriy berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda إتقوا الدنيا، واتقوا النساء، فإن أول فتنة بني إسرائيل كانت في النساء “Hati hatilah dari dunia, dan hati hati dari wanita, karena awal fitnah dari Bani Israel terjadi dari wanita.” Dan meremehkan Hijab Syar’i termasuk dari sebab rusaknya masyarakat dan jalan yang menghantarkan jatuh dalam perbuatan keji dan kemungkaran. Dan dalam Al-Bukhory 6612 Muslim 2657 dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu. Berkata bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. كتب على بني أدم نصبه من الزنا مدرك ذلك لا محالة، فالعينان زينهما النظر، والأذنان زيناهما الإستماع، واللسان زناه الكلام، واليد زناها البطش، والرجل زناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج ويكذبه “Telah dituliskan kepada Bani adam bagiannya dari zina yang ia dapati hal itu, kedua mata zinanya dengan melihat, kedua telinga zinanya dengan mendengar, lisan zinanya dengan berbicara, tangan zinanya dengan bertindak, kaki berzinnya dengan berjalan, hati berzina dengan hawa nafsu yang membayangkan, membenarkan dan mendustakan adalah kemaluan.”. Penutup serta penjagaan adalah membantu terbesar untuk menjaga kehormatan. Maka sungguh mulianya keutamaan Hijab Syar’i dan butuh seorang muslimah terhadapnya. Maka alangkah besar nasib buruk dan kerugian bagi barang siapa yang meremehkan pada hal ini. Adapun Syarat-Syarat yang terdapat pada dalil dalil adalah Harus menutup seluruh tubuhnya secara sempurna. Harus tertutup tidak tipis. Harus lebar tidak boleh sempit. Tidak boleh busana yang asalnya adalah hiasan. Tidak boleh berpakaian syuhroh berbusana yang menyelisihi syareat.. Tidak memakai wewangian. Tidak menyerupai pakaian laki-laki . Tidak menyerupai pakaian wanita kafir Ditulis oleh Asy-Syaikh Abu Abdirrahman Abdullah ibn Ahmad Al-Iryaniy Hafidzahullah Kami mendapatkan lembaran Risalah ini langsung dari Syaikh Abdullah Al-Iryaniy saat beliau berada di Masjid ASHHABULHADITS untuk disebar luaskan kepada kaum Muslimin. Dan didalam risalah tersebut tidak disebutkan penerjemahnya. Cianjur, Ramadhan 1430 H Disalin ulang oleh Ummu Ja’far Jasmine bint Umar Al-Jawiy 08/07/2011 Download Risalah Hijab dalam bentuk PDF
keutamaan hijab bagi wanita